Self Quarantine

Work from home, prevent spread Covid-19

Keep Stay at Home

Safe life, stay at home

Do Sports

Regular sports will increase immunity

Physical Distancing

Safe people and use mask for your health

STOP Covid-19

Keep clean and healthy

Showing posts with label Tips Karir. Show all posts
Showing posts with label Tips Karir. Show all posts

11 Oct 2008

..dan Lehman Brothers pun Ambruk...

Setelah libur panjang usai, kita dihadapkan pada berita-berita mengkhawatirkan dari Amerika. Krisis finansial Amerika yang diawali dari kejatuhan Lehman Brothers semakin meluas dampaknya. Akankah berimbas ke Indonesia? Bisa jadi. Kondisi bisnis dan ekonomi serba tidak menentu. Tidak ada yang bisa meramalkan secara tepat dan akurat apa yang akan terjadi sekian bulan ke depan. Sebagai pekerja, apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya? Mungkin tidak banyak. Tetapi beberapa hal berikut ini mungkin bisa disimak dan dijadikan bahan pemikiran:

1. Krisis keuangan biasanya akan menelan banyak korban. Akan ada perusahaan-perusahaan yang tumbang. Kadang tidak pandang bulu. Tidak peduli berapapun umurnya, berapapun besarnya. Lehman Brothers yang semula begitu bergengsi dan sudah berdiri sejak tahun 1850, akhirnya jatuh dengan dramatis. Tidak ada perusahaan yang betul-betul aman dan bisa menjamin keamanan berkarir bagi karyawannya.

2. Perusahaan yang terkena imbas krisis mungkin terpaksa harus melakukan PHK atau mungkin merumahkan karyawannya untuk sementara waktu. Mungkin sebagian, mungkin juga seluruhnya.

3. Karyawan seperti apa yang pertama akan dikorbankan? Yang kontribusinya paling sedikit dan yang tidak menunjukkan performa kerja yang baik. Perusahaan akan menghargai dan bila memungkinkan pasti akan mempertahankan karyawan yang memiliki performa kerja yang baik dan berprestasi. Karyawan yang sudah tidak bisa menunjukkan performa kerja yang baik, tak peduli berapa tahun ia sudah bekerja, pasti akan disingkirkan terlebih dahulu. Loyalitas pada perusahaan tanpa performa kerja yang baik tidak akan ada harganya.

4. Karyawan seperti apa yang bisa terselamatkan?
a. Karyawan yang loyal pada profesi dan prestasi, yang tidak terlena dalam zona nyamannya setelah diangkat sebagai karyawan tetap. Seorang profesional yang loyal pada profesi dan prestasi kerja akan terus menerus bekerja keras sejak hari pertama kerja hingga hari terakhirnya. Ia juga senantiasa mempertajam dan memperdalam pengetahuan serta ketrampilan di bidangnya, sehingga ia tetap memiliki “daya jual” baik di perusahaan tempatnya berkarir ataupun di perusahaan lainnya.

b. Karyawan yang profesional dan memiliki reputasi baik. Reputasi yang baik di dunia kerja adalah modal dasar yang sangat besar artinya. Jaringan hubungan antar manusia yang begitu kompleks kadang bentuknya tidak seperti mata rantai yang linear melainkan menyerupai jaring laba-laba. Banyak orang sebetulnya saling terhubung satu sama lain tanpa menyadarinya. Misalnya kita dikenal oleh si A karena ia kenal dengan klien kita, atau karena ia berteman baik dengan bekas rekan kerja kita di kantor sebelumnya, sehingga latar belakang dan reputasi kita menjadi sesuatu yang transparan bagi orang lain.

5. Bagaimana bila kita sudah menjadi karyawan yang profesional, berprestasi dan memiliki reputasi baik? Ada juga yang bisa dilakukan mulai dari sekarang sebagai langkah antisipasi. Segera perluas network dan selalu dekatkan diri dengan sumber-sumber informasi tentang peluang karir. Jangan ragu untuk mencoba peluang-peluang baru yang menjanjikan, yang bisa datang dari mana saja, dari sumber yang mungkin tidak pernah Anda duga.

Jadi setelah libur panjang usai, kini saatnya Anda kembali fokus pada karir Anda. Selamat bekerja dan selamat mengejar karir impian Anda! Semoga ini bermanfaat...

Sumber : karir.com & JobDb

18 Apr 2008

Apakah Anda Kandidat yang Tepat..?

Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman yang dimiliki memang berliku. Banyak rambu-rambu yang harus Anda patuhi ketika mengirimkan surat lamaran kerja, membuat curriculum vitae, mengikuti test psikologi, maupun sesi wawancara. Apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan? Kuncinya ada dalam diri Anda. Dan, agar berhasil dalam proses seleksi tersebut, maka beberapa tips berikut, seperti yaang dirilis di situs Career Builder, cukup menarik untuk Anda simak.


1. Alamat dan Identitas Tak Lengkap
Jangan berharap mendapatkan kesempatan mengikuti wawancara kerja, seandainya Anda lalai untuk menuliskan alamat lengkap, telepon yang bisa dihubungi, atau alamat email. Surat lamaran kerja dan resume yang telah Anda kirimkan akan langsung dibuang saat itu juga. Maka, perhatikan secara jelas informasi lengkap tentang identitas Anda sebelum mengirimkan lamaran lengkap Anda.

2. Memberikan Alasan Negatif
Hindari memberikan kesan yang negatif, sebagai alasan Anda untuk meninggalkan pekerjaan Anda saat ini. Impresi negatif langsung muncul di benak si pewawancara. Tak ada tempat untuk Anda, seandainya Anda menjelek-jelekan perusahaan tempat Anda bekerja. Berikan alasan yang positif, mengapa Anda ingin meninggalkan perusahaan Anda saat ini. Inilah yang diinginkan oleh perusahaan yang akan merekrut Anda.

3. Jawaban yang Tidak Konsisten
Saat sesi wawancara berlangsung, cobalah untuk memberikan jawaban secara konsisten untuk semua pertanyaan yang diajukan. Jangan memberikan jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan yang sejenis. Jika itu yang Anda lakukan, maka Anda telah menciptakan kesan yang negatif terhadap diri Anda. Dan, dapat dipastikan, Anda tak mungkin lolos untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.

4. Harapan yang Tidak Realistis
Tentukan secara jelas, harapan Anda tentang besarnya gaji dan paket remunerasi lainnya yang diharapkan. Usahakan agar semua permintaan Anda realistis dan tidak berlebihan. Sesuaikan dengan pengalaman kerja, dan keahlian yang Anda miliki saat ini. Harapan yang terlalu berlebihan tentang gaji dan fasilitas penunjang lainnya akan merugikan Anda sendiri. Untuk itu, lakukanlah riset tentang besaran gaji untuk posisi dan pengalaman seperti yang Anda miliki.

5. Pelajari Perusahaan yang Anda Lamar
Sebelum mengikuti sesi wawancara, biasakanlah untuk melakukan riset sederhana tentang latar belakang perusahaan yang akan merekrut Anda. Misalnya dengan mendapatkan informasi lengkap tentang produk dan layanannya, profil perusahaan, atau bagaimana strategi promosi perusahaan tersebut. Impresi yang positif akan muncul di benak si pewawancara, ketika mengetahui bahwa Anda paham betul dengan perusahaannya.

6. Tidak Memiliki Target Pribadi
Bagaimana melihat diri Anda dalam dua atau lima tahun ke depan? Definiskan secara jelas seperti apa target jangka panjang Anda. Pikirkan juga rencana kerja dan bagaimana mewujudkan target pribadi Anda tersebut. Hal ini akan menunjukan bahwa Anda adalah pribadi yang fokus, memiliki persiapan yang matang, dan mempunyai target yang spesifik untuk pengembangan karir Anda di masa depan.

7. Sikap Mental Positif
Menunjukan sikap mental yang positif adalah karakter yang harus Anda tunjukan saat sesi wawancara berlangsung. Tersenyumlah, lakukan jabat tangan yang hangat, dan jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara Anda. Jangan mencoba untuk memaksakan keinginan Anda. Jika Anda mendapatkan informasi yang negatif, jangan bereaksi secara negatif.

Dikutip dari artikel karir.com

16 Apr 2008

Membuat Job Description Agar lebih Menjual

Job Description adalah salah satu hal penting yang menjadi fokus perhatian Rekruter ketika mereka melakukan seleksi resume. Jadi penting sekali bahwa Anda mencantumkan Job Description ini dalam resume Anda, tentunya harus yang mengesankan agar lebih “menjual”. Apa yang perlu diperhatikan..?

Jangan :
1. Menguraikan dengan kalimat panjang
2. Menggunakan kata dan kalimat standar
3. Menampilkan tugas standar yang umum dikerjakan oleh siapapun di posisi yang sama dengan Anda
4. Hanya membuat satu isi standar untuk semua lowongan yang dilamar

Sebaiknya :
1. Gunakan bullet point dalam kalimat singkat yang efektif
2. Gunakan kata dan kalimat aktif yang memiliki kekuatan/menimbulkan keingin-tahuan
3. Tampilkan tugas yang unik dan menggambarkan penerapan ketrampilan / prestasi / kontribusi Anda
4. Kaji ulang kualifikasi dari lowongan yang hendak dilamar, tonjolkan yang sesuai/modifikasi bila dirasa perlu

Contoh : Posisi Sales Manager
Job Description yang tidak mengesankan :
1. Memimpin anak buah melakukan penjualan
2. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan
3. Membuat laporan penjualan

Job Description yang lebih "menjual" :
1. Memimpin 35 orang anggota tim Sales untuk mencapai target penjualan di 7 kota besar di Indonesia.
2. Mengarahkan dan memotivasi anggota tim Sales agar tiap tahun tercatat rekor baru angka penjualan.
3. Meningkatkan ketrampilan anggota tim dalam melakukan penjualan.
4. Menciptakan dan menerapkan sistem CRM yang memastikan hubungan baik dengan 600 pelanggan utama tetap terjaga.
5. Aktif memberikan masukan kepada BOD mengenai permintaan pasar.
6. Berkoordinasi dengan departemen-departemen terkait untuk kelancaran proses penjualan

Contoh : Posisi Administration Staff
Job Description yang tidak mengesankan :
1. Menangani korespondensi dan filing
2. Mengetik draft MOU
3. Menjawab telepon masuk

Job Description yang lebih "menjual" :
1. Mempersiapkan draft MOU dengan cepat dan akurat sesuai target waktu yang diberikan.
2. Menangani korespondensi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
3. Menciptakan dan menjalankan sistem filing yang efektif agar mudah dan cepat ditemukan kembali.
4. Menangani telepon masuk dan menyelesaikannya sesuai kewenangan yang diberikan.

Jadi, segera kerahkan kreativitas Anda untuk merumuskan Job Description sebaik mungkin. Buat agar Rekruter terkesan dan memilih Anda untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Selamat mencoba...


Dikutip dari artikel karir.com

12 Jan 2008

Ketika Gaji Tidak Sesuai Harapan

Proses seleksi penerimaan karyawan yang melelahkan telah Anda lalui. Kini, tibalah saatnya Anda sampai pada tahap negosiasi gaji. Bagi banyak orang, tahap ini dirasakan cukup sulit, karena jika salah melakukan negosiasi, maka akan menyesal di kemudian hari. Lalu, bagaimana seandainya gaji yang diminta tak disetujui oleh pihak perusahaan? Apa alternatif lain yang harus Anda lakukan saat negosiasi berlangsung?

Ada lima alternatif yang dapat Anda jadikan referensi ketika gaji yang Anda minta tak disetujui oleh perusahaan tempat Anda melamar.

1. Meminta Bonus Tambahan
Gaji yang ditawarkan pihak perusahaan tak sesuai harapan Anda? Apakah Anda terpaksa menerimanya, karena sedang membutuhkan pekerjaan? Jangan khawatir. Ketika hal tersebut terjadi pada Anda, cobalah untuk menanyakan benefit tambahan selain gaji, misalnya bonus tahunan atau meminta di-review kembali gaji yang ditawarkan setelah enam bulan bekerja. Tentu saja dengan melihat prestasi yang telah Anda tunjukan.

2. Kesempatan Cuti dengan Bayaran
Alternatif kedua adalah meminta kesempatan cuti dengan bayaran. Banyak perusahaan yang memberikan benefit ini kepada karyawannya. Cobalah Anda meminta alternatif ini. Bagi banyak perusahaan, memberikan cuti dengan bayaran kepada karyawan, dirasakan lebih murah daripada menaikan gaji Anda secara permanen.

3. Bekerja dari Rumah
Untuk perusahaan-perusahaan berbasis teknologi, di mana banyak karyawannya yang bekerja secara mobile, bekerja dari rumah pada kesempatan tertentu merupakan hal yang wajar. Nah, alternatif ini dapat Anda tanyakan saat proses negosiasi gaji berlangsung. Misalnya, meminta untuk dapat bekerja dari rumah setiap hari Jumat. Namun, tidak semua perusahaan menerapkan kebijakan ini. Untuk itu, maka berhati-hatilah ketika menanyakan alternatif ini.

4. Biaya Transportasi & Akomodasi
Jika Anda ditempatkan di luar kota, maka alternatif ini layak diperhitungkan. Anda harus mempertanyakan juga masalah biaya transportasi dan akomodasi untuk Anda dan keluarga ke kota tujuan yang baru. Hampir semua perusahaan yang memiliki banyak cabang di luar kota memberikan fasilitas ini kepada karyawannya. Jangan sampai semua biaya dadakan ini akan ditanggung oleh Anda sendiri.

5. Meminta Jabatan Tertentu
Seandainya gaji yang diberikan tak sesuai harapan, Anda dapat mempertanyakan benefit ini. Misalnya, dengan meminta jabatan yang Anda anggap lebih prestise, seperti posisi "Account Manager" daripada "Account Executive". Banyak perusahaan yang tak mempersoalkan masalah pemberian nama jabatan untuk karyawannya. Jadi, sekalipun Anda tak mendapatkan gaji sesuai permintaan, tetapi dengan jabatan baru ini akan membuat resume Anda menjadi lebih impresif.

Hal penting lainnya, selain lima alternatif di atas adalah: jangan lupa untuk meminta semua hasil negosiasi tersebut dalam bentuk kontrak tertulis. Dengan adanya kontrak tertulis tentang hasil negosiasi yang telah Anda lakukan, maka hak dan kewajiban dari kedua pihak akan semakin jelas dan transparan. Posisi tawar Anda pun akan semakin kuat seandainya ada masalah di kemudian hari. Selamat mencoba!

Dikutip dari artikel karir.com