16 Oct 2008

Di Beberapa Negara Google Chrome Diblokir

Browser anyar keluaran Google, Chrome ternyata tak bisa dinikmati di semua negara. Untuk negara-negara tertentu, Chrome tak dapat dicicipi para pengguna internet. Seorang blogger, Yaser Sadeq asal Syria mengaku tak bisa mendownload Chrome.

“Saat saya dengar ada browser baru keluaran Google, saya ingin mencobanya. Saat saya masuk ke situs www.google.com/chrome, yang muncul adalah pesan eror : The requested URL /service/prod_unavailable.html was not found on this server,” tulis Yaser dalam blognya.

Tak hanya Chrome, namun produk Google lain seperti Google Talk dan Gmail Notifier juga tak mampu ditembusnya.

Usut punya usut, dalam hal ini, ternyata bukan pihak negara Syria yang melakukan pemblokiran seperti halnya Syria memblokir Facebook, Skype dan beberapa situs blogging lain.

Dikatakan wartawan Jessica Dheere yang ditulis di MediaShift, kali ini Google lah yang melakukan pemblokiran.

“Kami tidak bisa mengizinkan Google Chrome didownload di Cuba, Syria, Korea Selatan, Iran dan Sudan,” ujar pembicara Google kepada Jessica seperti dikutip detikINET dari MediaShift, Rabu (15/10/2008).

Lebih lanjut dijelaskan, hal tersebut merupakan perintah dari pusat kontrol ekspor Amerika Serikat (AS) sebagai sanksi ekonomi kepada negara-negara yang bersangkutan.

Sementara Google yang berbasis di negara adidaya tersebut harus mengikuti segala bentuk aturan yang dikeluarkan negara.

Pun demikian, walau secara resmi pengguna internet di negara-negara yang terkena sanksi itu tak bisa tembus untuk mendownload Chrome dan berbagai produk Google lain, namun masih banyak jalan ‘underground’ yang bisa ditempuh. Demikian tukas Jessica.

Sumber :
onestopnews

4 comments:

belly wijaya said...

wew, begitu kuatnya pengaruh politik sampe2 dunia IT pun tunduk pada politik..:( untung negara kita gak diembargo sama US, jadi masih bisa menikmati 'gesitnya' chrome.. :)

Jaloee said...

hehe.. betoel jg kata bang belly.. karena urusan politik, kebebasan untuk mendapatkan ilmu juga di halang-halangi

Anonymous said...

Itulah jahatnya politik....,bahkan analisis seorang pakar-pun akan berantakan jika sudah berurusan dengan politik...

Subagya said...

wew sangat di sesalkan